kabarekonomi.id – Gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung, yang turut berdampak besar ke wilayah sekitar termasuk Manado, pada Kamis pagi (02/04/2016).
Menurut laporan dari Basarnas, getaran kuat ini menyebabkan kepanikan warga dan kerusakan sejumlah bangunan.
Juru Bicara Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa satu korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Korban diketahui seorang perempuan berinisial DL (70), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
“Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan gedung dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Nuriadin.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dampak gempa tidak bisa dianggap sepele, terutama di wilayah dengan struktur bangunan yang rentan.
Salah satu bangunan yang terdampak cukup parah adalah Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado. Dilaporkan, beberapa bagian gedung mengalami keruntuhan.
Tak hanya itu, warga di berbagai titik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Suasana sempat dipenuhi kepanikan, terutama di area padat penduduk.
Basarnas juga menerima laporan adanya dugaan korban lain. Beberapa di antaranya disebut melompat dari bangunan saat gempa terjadi.
Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim SAR.
Pasca gempa, warga di wilayah pesisir seperti Minahasa Tenggara dan Bitung langsung melakukan evakuasi mandiri.
Hal ini dipicu oleh kekhawatiran adanya potensi tsunami setelah gempa besar terjadi.
Meski begitu, kondisi di Manado perlahan mulai kembali normal, walaupun sebagian masyarakat masih waspada terhadap gempa susulan.
Sumber:antara